Kasino Bally Chicago Dapatkan Perpanjangan Izin Hingga 2027
Kasino Bally yang berlokasi di Chicago sedang menghadapi tantangan besar terkait dengan izin operasinya yang akan berakhir. Sebelum tanggal 9 September, batas waktu berakhirnya lisensi sementara, nasib kasino tersebut tidak jelas dengan pembukaan kasino permanen yang belum selesai. Namun, situasi ini menemukan solusi melalui revisi dalam RUU pendapatan omnibus di Illinois.
Amandemen dalam RUU SB3019, yang memuat 1.600 halaman, berhasil diperluas oleh kedua majelis legislatif pada 1 Juni dan kini menanti tanda tangan persetujuan dari Gubernur JB Pritzker. Berdasarkan dokumen tersebut, Bally akan mendapatkan perpanjangan izin sementara selama satu tahun lagi, menggeser batas akhir hingga 9 September 2027.
Dampak Perpanjangan Izin
Dalam ketentuan RUU ini, Dewan Permainan Illinois diberi wewenang untuk memperpanjang operasional fasilitas sementara hingga 18 bulan ke depan. Selain itu, dewan dapat memberikan tambahan dua kali perpanjangan tiga bulan untuk lisensi Bally. Menurut regulasi negara bagian, lisensi sementara diperbolehkan selama dua tahun, tetapi Bally sebelumnya telah mendapatkan perpanjangan 12 bulan, menjadikan total izin ini tiga tahun hingga 2023. Dengan perpanjangan tambahan, Bally memiliki peluang untuk mempertahankan operasional fasilitas 12 bulan lebih lama.
Kesepakatan ini dicapai antara Bally dan Dewan Permainan Illinois tanpa pernyataan publik lebih lanjut. Revisi bahasa dalam SB3019 konsisten dengan upaya RUU HB4437 yang sebelumnya diajukan untuk proyek kasino di Chicago, meskipun gagal di tahap awal komite. Pendekatan lain dalam industri ini dapat dilihat dari upaya negara lain seperti Brasil yang bergerak menuju transparansi lisensi taruhan untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Penutup
Berdasarkan perpanjangan izin ini, Bally dapat lebih fokus menyelesaikan pembangunan kasino permanen mereka yang menelan biaya $1,8 miliar. Proyek ini menghadapi beberapa kendala, termasuk performa yang kurang memuaskan dari kasino sementara di Medinah Temple. Selain itu, proyek ini sempat tertunda dua kali akibat masalah lingkungan terkait puing konstruksi dan kesulitan dengan kontraktor tidak terdaftar.